Tentang Oasis dan Kegalauan di Hati yang Semakin Menjadi – Jadi

oasis

Uwis nikah kok isih galau wae, Mbandah? Yhaa, namanya juga manusia yang selalu dihadapkan dengan banyak pilihan. Kalau pas apes, salah milih sambal saja bisa bikin mules tak karuan, ya to? 😀 tapi tenang, kegalauan ini bukan karena masalah rumah tangga atau pertengkaran. Tapi tentang hal lain yang bikin semangat menurun drastis. Sudah mencari cara biar semangat naik lagi, tapi gagal. Kalau sudah begini, biasanya saya langsung buka Spotify, pasang earphone, trus cari –cari lagu yang sekiranya bisa mewakili perasaan hati, sukur –sukur abis dengerin bisa jadi keangkat lagi mood nya.

Continue reading

Coldplay : A Head Full Of Dreams Movie

AHFOD movie poster

Akhir Oktober lalu, Coldplay melalui akun-akun media sosialnya mengumumkan kalau mereka akan merilis sebuah film dokumenter yang akan ditayangkan secara serentak di seluruh dunia pada tanggal 14 November 2018, di lebih dari 2000 bioskop. Satu malam saja penayangannya, untuk menandai 20 tahun perjalanan karir mereka. Tentu saja ini merupakan sebuah kejutan untuk para penggemar Coldplay di seluruh dunia, termasuk saya. I was like, wah, udah 20 tahun aja ternyata mereka.

Continue reading

5 Lagu Queen Terfavorit

queen-logo-original-line-drawing-678x381

Sekarang saya tahu makna di balik logonya *telat tapi bangga

Bulan lalu saya sempat merengek minta dibelikan whiteboard sama suami, lengkap dengan spidol dan penghapusnya. Oh ya, tentu saja saya bisa beli sendiri, tapi sensasi “merengek” dan “dibelikan” itu kadang bikin lebih bahagia hehehe. Whiteboard itu lalu saya tulisi dengan ide judul atau tema tulisan di blog yang seringkali muncul secara tiba-tiba di kepala. Nulisnya entah kapan, yang penting dicatat dulu di situ biar nggak lupa. Anyway di era gadget canggih sekarang ini, saya memang masih (lebih) suka menulis dengan tangan alias orek-orekan. Beberapa hari lalu saya mencatat di whiteboard : lagu Queen favorit. Komentar yang keluar dari mulut suami adalah “NULIS QUEEN LAGI?” 😀

Continue reading

Racun Bohemian Rhapsody

bohemian-rhapsody-fox-530x291

Sebagai orang yang tumbuh besar setelah masa jaya Queen berlalu sehingga hanya tahu sedikit tentang band ini, saya sempat ragu ketika akan menonton film Bohemian Rhapsody. Takut nggak paham sama jalan ceritanya. Beda sama suami yang ternyata udah ngikutin Queen dari jaman SD (padahal usia kami sama!). Kalau soal musik, dia memang pengetahuannya lebih luas dari saya. Kadang sampai takjub gitu dengerin dia cerita tentang sebuah band /musisi secara detail sementara mereka yang diceritakan itu sudah bubar/wafat sebelum kami lahir.

Continue reading

Marion Jola yang Manja

marion jola so in love

 

Terus terang saya jarang banget ngikutin acara cari bakat Indonesia di televisi. Kalau sampai ngikutin, berarti ada alasan tertentu atau memang lagi selo. Para peserta kontes beginian biasanya akan berakhir menjadi penyanyi pop yang lagunya biasa – biasa aja, melebur bersama jutaan lagu pop baru, ngga bisa stand out, kemudian namanya hilang entah kemana.  Hanya satu – dua saja yang berhasil “kelihatan” dan bertahan di dunia hiburan serta aktif membuat single atau album karena karakter vokalnya luar biasa. Contohnya : Judika (Indonesian Idol 2005).

Continue reading

Fangirling Tak Kenal Usia

john-mayer.jpg

Pas nulis judul langsung berasa tua haha 😀 . Ngomong – ngomong soal usia, saya selalu ditegur sama suami kalau pas mengeluh “tua”. Walaupun cuma bercanda “masa jam 10 malam udah ngantuk, beda ya kaya jaman masih muda dulu,” , tetep aja ditegur. Menurut dia, apa yang terucap bisa jadi sugesti buat diri kita sendiri. Jadi kalau kita menganggap diri kita sudah tua, nanti lama – lama pikiran itu akan terbawa terus, teringat terus, membuat badan ikut-ikutan lemah, membuat diri kita setuju kalau kita sudah tua dan harus membatasi aktifitas, dsb. Yang sebaiknya dilakukan adalah berpikir dan menganggap kita ini masih muda, bersemangat, masih bisa berbuat banyak, jangan nglokro. Shap bosque!

Continue reading

Menyambut kembali Maroon 5 di Tangga Lagu Musik Dunia dan di Telinga Saya

maroon-5-red-pill-blues-mens-rights-feminism

Sebelum mulai, saya mau bikin pengakuan : saya pernah jadi fans Maroon 5 ketika mereka muncul untuk pertama kalinya (Studio Album : Songs About Jane – 2002/2003). Sebatas suka dengerin lagu-lagu nya aja sih tapi, enggak ngefans berat.

Waktu itu Maroon 5 dan  This Love nya sedang happening banget. Demam band pop-rock satu ini langsung melanda banyak Negara termasuk Indonesia, sampai-sampai ada band lokal yang disebut-sebut sebagai Maroon 5 nya Indonesia (coba tebak siapa 😀 ). Haha, geli sangat kalau keingat. Tak ketinggalan, banyak band di berbagai event (anak Semarang menyebutnya benbenan) berlomba-lomba membawakan lagu Maroon 5 dari mulai yang kenceng kaya Harder to Breathe, yang “anak muda banget” kaya This Love dan Sunday Morning, sampai She Will Be Loved yang galau dan nelangsa. Pokoknya lagu-lagu Maroon 5 menjadi indikator keren atau tidaknya sebuah acara benbenan. Vokalis ganteng adalah nilai plus. Anyway lagu favorit saya di Album ini adalah Must Get Out dan Sweetest Goodbye.

Continue reading