Sob Rock dan Disorientasi Waktu

Waktu saat ini menunjukkan jam 23.32 menjelang tengah malam. Sudah hampir dua jam lamanya saya mendengarkan lagu-lagu di album baru John Mayer berjudul Sob Rock yang baru rilis hari ini. Terasa syahdu sampai merinding. Selain karena akhirnya rilis juga album yang lama dinantikan para penggemarnya termasuk saya (album terakhir The Search For Everything rilis tahun 2017), juga karena akhirnya…saya bisa punya waktu luang buat mendengarkannya (baca : anak sudah tidur). Sampai dibela-belain update blog segala ini, takut besok mood nya hilang atau ketiduran 😀

Continue reading

Dari Cocomelon Aku Belajar

Akhirnya nulis lagi setelah istirahat lama banget sejak hamil, melahirkan, sampai sekarang si anak udah berumur 21 bulan 😀 .  Selama hampir 3 tahun ini rasanya banyak banget perubahan-perubahan yang saya alami. Terutama perubahan besar menjadi seorang ibu.

Bagaimana tidak, sebelum Bodhi (nama anak saya) lahir, saya adalah orang yang tidak terlalu suka dengan anak kecil. Bukan benci sih, tapi lebih ke tidak tahu harus “ngobrolin apa” dan tidak tahu “mau ngapain”. Ketika ada suatu waktu atau suatu pertemuan yang melibatkan anak kecil, (misalnya saat sedang bertemu teman dan teman saya itu mengajak anaknya) saya jadi auto-kikuk. Obrolan paling maksimal yang bisa saya tanyakan kepada si anak hanya “Namanya siapa”, “kelas berapa”, atau “sudah sekolah belum”. Setelah itu ya sudah, saya tidak tahu lagi harus ngobrol apa sama anak kecil.

Continue reading

Melewatkan John Mayer

JM new

Jika Coldplay adalah kesayangan saya saat muda, maka John Mayer adalah pujaaan hati saya saat beranjak dewasa. Kira-kira begitu perumpamaan yang tepat untuk menggambarkan seberapa sukanya saya sama mereka. Makanya ketika Coldplay mampir ke Asia tahun 2016-2017 lalu, saya sampai bela-belain hunting tiket dari Singapore, Manila, dan baru kebagian di Bangkok. Cerita nonton konser Coldplay sudah pernah saya tulis di sini.

Continue reading

Tentang Oasis dan Kegalauan di Hati yang Semakin Menjadi – Jadi

oasis

Uwis nikah kok isih galau wae, Mbandah? Yhaa, namanya juga manusia yang selalu dihadapkan dengan banyak pilihan. Kalau pas apes, salah milih sambal saja bisa bikin mules tak karuan, ya to? 😀 tapi tenang, kegalauan ini bukan karena masalah rumah tangga atau pertengkaran. Tapi tentang hal lain yang bikin semangat menurun drastis. Sudah mencari cara biar semangat naik lagi, tapi gagal. Kalau sudah begini, biasanya saya langsung buka Spotify, pasang earphone, trus cari –cari lagu yang sekiranya bisa mewakili perasaan hati, sukur –sukur abis dengerin bisa jadi keangkat lagi mood nya.

Continue reading

Coldplay : A Head Full Of Dreams Movie

AHFOD movie poster

Akhir Oktober lalu, Coldplay melalui akun-akun media sosialnya mengumumkan kalau mereka akan merilis sebuah film dokumenter yang akan ditayangkan secara serentak di seluruh dunia pada tanggal 14 November 2018, di lebih dari 2000 bioskop. Satu malam saja penayangannya, untuk menandai 20 tahun perjalanan karir mereka. Tentu saja ini merupakan sebuah kejutan untuk para penggemar Coldplay di seluruh dunia, termasuk saya. I was like, wah, udah 20 tahun aja ternyata mereka.

Continue reading

5 Lagu Queen Terfavorit

queen-logo-original-line-drawing-678x381

Sekarang saya tahu makna di balik logonya *telat tapi bangga

Bulan lalu saya sempat merengek minta dibelikan whiteboard sama suami, lengkap dengan spidol dan penghapusnya. Oh ya, tentu saja saya bisa beli sendiri, tapi sensasi “merengek” dan “dibelikan” itu kadang bikin lebih bahagia hehehe. Whiteboard itu lalu saya tulisi dengan ide judul atau tema tulisan di blog yang seringkali muncul secara tiba-tiba di kepala. Nulisnya entah kapan, yang penting dicatat dulu di situ biar nggak lupa. Anyway di era gadget canggih sekarang ini, saya memang masih (lebih) suka menulis dengan tangan alias orek-orekan. Beberapa hari lalu saya mencatat di whiteboard : lagu Queen favorit. Komentar yang keluar dari mulut suami adalah “NULIS QUEEN LAGI?” 😀

Continue reading

Racun Bohemian Rhapsody

bohemian-rhapsody-fox-530x291

Sebagai orang yang tumbuh besar setelah masa jaya Queen berlalu sehingga hanya tahu sedikit tentang band ini, saya sempat ragu ketika akan menonton film Bohemian Rhapsody. Takut nggak paham sama jalan ceritanya. Beda sama suami yang ternyata udah ngikutin Queen dari jaman SD (padahal usia kami sama!). Kalau soal musik, dia memang pengetahuannya lebih luas dari saya. Kadang sampai takjub gitu dengerin dia cerita tentang sebuah band /musisi secara detail sementara mereka yang diceritakan itu sudah bubar/wafat sebelum kami lahir.

Continue reading

Marion Jola yang Manja

marion jola so in love

 

Terus terang saya jarang banget ngikutin acara cari bakat Indonesia di televisi. Kalau sampai ngikutin, berarti ada alasan tertentu atau memang lagi selo. Para peserta kontes beginian biasanya akan berakhir menjadi penyanyi pop yang lagunya biasa – biasa aja, melebur bersama jutaan lagu pop baru, ngga bisa stand out, kemudian namanya hilang entah kemana.  Hanya satu – dua saja yang berhasil “kelihatan” dan bertahan di dunia hiburan serta aktif membuat single atau album karena karakter vokalnya luar biasa. Contohnya : Judika (Indonesian Idol 2005).

Continue reading

Fangirling Tak Kenal Usia

john-mayer.jpg

Pas nulis judul langsung berasa tua haha 😀 . Ngomong – ngomong soal usia, saya selalu ditegur sama suami kalau pas mengeluh “tua”. Walaupun cuma bercanda “masa jam 10 malam udah ngantuk, beda ya kaya jaman masih muda dulu,” , tetep aja ditegur. Menurut dia, apa yang terucap bisa jadi sugesti buat diri kita sendiri. Jadi kalau kita menganggap diri kita sudah tua, nanti lama – lama pikiran itu akan terbawa terus, teringat terus, membuat badan ikut-ikutan lemah, membuat diri kita setuju kalau kita sudah tua dan harus membatasi aktifitas, dsb. Yang sebaiknya dilakukan adalah berpikir dan menganggap kita ini masih muda, bersemangat, masih bisa berbuat banyak, jangan nglokro. Shap bosque!

Continue reading