Lagu Sedih : Versi Saya VS Versi Follower Instagram

mad season.jpg

Lagu sedih adalah lagu yang ketika didengarkan langsung membuat kita mendadak jadi merasa ngenes dan nelangsa, walaupun sebenarnya sedang baik- baik saja.

Setidaknya itu menurut pendapat saya pribadi. Soalnya kalau lagi sedih lalu mendengarkan lagu sedih, dan kemudian tambah sedih, itu sudah umum, wajar. Tapi kalau lagi biasa aja atau baik-baik saja trus denger lagu sedih  dan kemudian jadi ngerasa nelangsa, itu berarti faktor lagunya yang luar biasa “dalem”.  Semacam tiba-tiba mikir, duh gimana ya kalau cerita di balik lagu ini kejadian sama saya, atau as simple as tiba-tiba jadi melamun terbawa melodi lagunya, tiba-tiba merasa lelah sama hidup ini.. (tsahh). Pernah nggak mengalami? Kalau saya sering 😀

Continue reading

Advertisements

Fresh : Calvin Harris x Dua Lipa

calvinharris-dualip

Oke, saya akui. Belakangan ini saya sering banget nulis tentang Calvin Harris. Dan kali ini, lagi! 😀

Jangan bosan dulu ya, soalnya single yang satu ini harus banget saya ulas. Kenapa? Soalnya dari detik pertama denger intronya, saya langsung suka! Kalau ada satu kata yang tepat buat menggambarkan single ini, kata itu adalah : Fresh!

Continue reading

Spotify : 2017 Wrapped

wrapped

Salah satu fitur yang saya suka dari penyedia jasa streaming musik Spotify yaitu “rangkuman” dari lagu-lagu yang sering saya putar atau saya dengarkan selama satu tahun yang dijadikan satu playlist. Karena playlist rangkuman ini isinya lagu-lagu favorit, jadi nggak perlu susah – susah create playlist baru atau skip-skip kalau ada lagu yang kurang disuka. Enak kan? Kalau mau bikin review kayak gini juga gampang, tinggal lihat –lihat sambil mengenang. Ciyee..mengenang…

Continue reading

Jempol Murahan : Cek sebelum Share

Social media on smartphone

Beberapa waktu lalu, warganet sempat dibuat heboh dengan berita viral tentang seorang ibu yang mengunggah video tentang dua lelaki yang dianggap melakukan hal yang tidak pantas di tempat umum. Sayangnya, si ibu tersebut tidak mencari tahu terlebih dahulu duduk perkaranya tetapi langsung main unggah saja ke media sosial dan mengatakan kalau dua lelaki itu gay. Betul sih, kasusnya sekarang sudah clear dan kedua lelaki itu memang ternyata bersaudara, si Ibu juga sudah minta maaf dan mengklarifikasi. Tapi kabarnya dua bersaudara itu sekarang masih trauma, dan ibu kandung mereka bahkan sampai jatuh sakit gara-gara berita viral itu.  Kasihan ya? coba kalau si ibu tadi mau sedikit menahan jempol…

Continue reading

Chester Bennington : Nobody Can Save Him

linkin-park-credit-james-minchin

Butuh waktu lama sebelum akhirnya saya bisa menulis tentang Chester Bennington. Kata-kata yang terangkai di pikiran pun nggak banyak.  Well,  Ternyata begini rasanya kehilangan musisi yang karya-karyanya kita ikuti sejak lama, yang beritanya selalu kita baca, terlebih lagi, yang poster-posternya sempat kita simpan rapi di dalam lemari berisi barang-barang lama. Sedih.

Lebih sedih lagi ketika sadar kalau ternyata tulisan sebelum ini adalah tulisan tentang Chris Cornell, musisi dan vokalis yang juga teman baik Chester.  Dia bahkan datang ke acara pemakaman Cornell. Ya, mereka berdua memilih mengakhiri hidup dengan cara yang sama tragisnya

Saya tumbuh bersama Linkin Park, bersama suara Chester yang seakan menusuk telinga lalu masuk lewat tenggorokan, turun ke jantung dan akhirnya meledak di otak. Begitulah kira-kira musik Linkin Park dan suara Chester bekerja kepada saya, dan mungkin kepada jutaan penggemar lain di seluruh dunia. Chester menyuarakan isi hati kami dengan cara yang tepat.  Riuh namun redam. Marah namun padam.

DFNpJkcV0AAWhy0.jpg large

RIP Chester Bennington. You will be missed. 😦

 

picture : google

Chris Cornell : No One Sings Like You Anymore

cc1

Saya “mengenal” sosok Chris Cornell sekitar tahun 2000an awal, lewat Audioslave dan Like A Stone nya. Telat memang, karena angkatan sebelum saya pasti lebih mengenal dia lewat Soundgarden.  Chris dikenal sebagai lead vokalis dari kedua band rock tersebut dan juga salah satu ‘pemrakarsa’ aliran grunge atau Seattle Sound  di tahun 90an.

Saya tidak benar-benar mengerti Chris dan musiknya sampai ketika berita tentang kematiannya membuat gempar insan musik dunia, Mei lalu. Kegemparan itu semakin menjadi-jadi ketika hasil autopsi resmi sudah dipublikasikan dan Chris dinyatakan meninggal karena bunuh diri, di kamar mandi hotelnya, tepat setelah dia menyelesaikan konser Soundgarden di Detroit.

Chris menambah deretan panjang artis dan musisi yang meninggal karena bunuh diri. Sungguh disayangkan, terutama bagi orang-orang ‘biasa’ seperti kita yang menganggap para bintang itu hidupnya sudah lebih baik. Uang banyak, popularitas, kemewahan, kurang apa lagi coba? Tetapi tampaknya memang begitulah cara kerja depresi. Mengintai diam diam, menjauh ketika ada banyak orang, menyerang ketika sendiri dan sepi datang. Dan obat-obatan penghilang rasa cemas itu layaknya koin yang mempunyai dua sisi, menyembuhkan atau mematikan.

cc2 audioslave

Chris Cornell versi rambut pendek yang pertama kali saya lihat di Audioslave

Dari berita-berita yang beredar setelah kematiannya serta tulisan-tulisan tentang profilnya, saya menyimpulkan kalau Chris ini dikenal sebagai orang yang baik, serta sahabat yang setia, terutama jika menyangkut kedekatannya dengan band Pearl Jam dan tentu saja persahabatan sejatinya dengan sang vokalis; Eddie Vedder. Dari berita-berita itu pula saya tahu kalau Chris memiliki suara 4 oktaf dan juga masuk dalam daftar-daftar seperti Rock’s Greatest Singer, Heavy Metal’s All-Time Top 100 Vocalists, Best Lead Singers of All Time dan 22 Greatest Voices in Music. Sungguh, saya telat menyadari betapa Chris ini ternyata begitu “besar”, dan saya sedih karenanya. Saya merasa trenyuh ketika melihat foto nisannya yang bertuliskan “Voice of our generation and an artist for all time”. Chris Cornell memang pantas dikenang seperti itu.

1FDA446D

And if we’re good, we’ll laid to rest anywhere we wanna go..

Satu hal lagi yang membuat saya ikut sedih nggak lain adalah kabar tentang sahabat dekatnya, Eddie Vedder yang ketika kabar duka itu terdengar, malah menghilang. Dia tidak datang untuk Chris, tidak juga datang untuk keluarga yang ditinggalkan sampai-sampai dicap tidak punya hati. Di pemakaman Chris hanya terlihat salah satu personel Pearl Jam lainnya; Jeff Ament. Tak lama setelahnya, Eddie dikabarkan terbang ke Amsterdam untuk melakukan konser solo nya, tapi, malam itupun dia nggak menyebut-nyebut soal Chris. Dia hanya mengucapkan kalimat-kalimat yang membuat publik bertanya-tanya apakah perkataannya tersebut ditujukan untuk Chris atau tidak ; “I’m thinking of a lot of people tonight. And some in particular and their families. And I just know that healing takes time, if it ever happens, it takes time, and that means you have to start somewhere so let it be music. Let it be love and togetherness, and let it be Amsterdam.” (Rolling Stone)

cced

Chris Cornell dan Eddie Vedder Muda

Saya jadi membayangkan, seandainya saya ditinggal oleh sahabat yang sudah seperti saudara sendiri, mungkin saya akan jadi seperti Eddie; pergi, karena tak kuasa menahan rasa sesak dan sedih. Tidak membicarakannya karena akan membuat tambah pedih. Apalagi kalau harus mengungkapkan perasaan di depan publik, mengulangnya lagi dan lagi. Tentunya bakal jadi mimpi buruk yang nggak selesai-selesai.

Ini terbukti ketika pada awal Juni lalu di konsernya di London, Eddie, mengeluarkan pernyataan yang lagi-lagi membuat publik bertanya-tanya apakah ada kaitannya dengan Chris Karena Eddie menyebutnya sebagai “a really close friend of mine.” 

cced2

“I want to be there for the family, be there for the community, be there for my brothers in my band, certainly the brothers in his band. But these things will take time, but my friend is going to be gone forever and I will just have to … These things take time and I just want to send this out to everyone who was affected by it, and they all back home and here appreciate it so deeply, the support and the good thoughts of a man who was a … you know he wasn’t just a friend, he was someone I looked up to like my older brother.” Eddie bahkan mengaku kalau dua hari setelah berita duka itu terdengar, dia terbangun tengah malam & can’t stop the memories (baca selengkapnya di sini )

Saya sendiri juga ikut mengenang Chris Cornell lewat lagu-lagunya  yang entah kenapa, sekarang ini jadi terdengar sedih. Saya baru menyadari kalau karakter suara Chris ini tinggi, powerful, tapi juga sendu. Like A stone jadi terdengar lebih menyayat hati dibanding belasan tahun lalu ketika saya pertama kali mendengarnya. Apalagi dulu saya masih dalam tahap belajar bahasa Inggris dan sekarang saya sudah lebih paham arti liriknya. So heartbreaking, terutama pas denger lagu Black Hole Sun dan sampai di lirik “No one sings like you anymore”

cc3

Yes, No one sings like you anymore, Chris..

Image source : google