Mesin Setor Tunai

Cash Deposit Machine.

Mesin setor tunai.

alat ini canggih banget, bisa membantu kita menyetor uang ke dalam rekening, tanpa harus antri di teller. karena canggih, maka harga satu unitnya pun bisa mencapai jutaan rupiah, dan karena mahal, maka tidak semua bank mampu untuk menyediakan fasilitas ini.

di kantor saya ada.

di kantor cabang pembantu yang berpusat di kantor saya pun juga ada.

hm, membantu memang, karena jika 5 orang saja yang mau menggunakan mesin ini untuk menyetorkan uangnya, maka antrian di teller akan berkurang 5 orang, dan itu berarti akan mempercepat transaksi anda sekitar 10 – 15 menit. ( asumsi transaksi per orang @ 2 menit ).

tinggal masukkan kartu atm anda berikut nomor pin, ” laci ” akan membuka, masukkan uang anda, tunggu beberapa detik sementara mesin mengidentifikasi pecahan uang, konfirmasi, pertanyaan apakah dana tersebut akan dimasukkan ke rekening anda atau rekening orang lain, selesai. mudah bukan ?

tapi tetap saja ada ketentuan2 untuk menggunakan mesin ini. antara lain, pecahan uang yang diterima minimal Rp. 20.000,- dan maksimal Rp. 100.000,- ( lho..memangnya ada ya, pecahan uang setelah Rp. 100.000,- ? :-p ), jumlah uang yang disetor maksimal Rp. 5.000.000,- per hari, dan uang tersebut tidak boleh lebih dari 50 lembar. hm..” riwil ” juga ya, si canggih yang satu ini ? dan yang tidak kalah penting,  ” JANGAN MASUKKAN UANG YANG DI STAPLER, DI LEM, DI KLIP, UANG SOBEK, UANG YANG DILIPAT “.

nah..cukup sudah cerita atau lebih tepatnya teori tentang CDM ini.

sekarang kita menuju ke praktek, keadaan sebenarnya yang berkaitan dengan mesin yang satu ini.

seringnya, nasabah enggan menggunakan mesin ini.

kenapa?

mungkin mereka takut.

takut ?

ya..bagi sebagian orang, mesin ini menakutkan.

mereka takut menggunakannya.

mereka takut salah,

mereka takut rusak,

mereka takut ngga paham..

ini biasanya terjadi terhadap mereka2 yang berasal dari desa, mereka yang masih takut mengenal teknologi. atau yang benar2 belum pernah menggunakannya sama sekali.

bahkan ” bujukan ” dan rayuan kami pun tak mempan..

dari mulai ” nanti boleh minta tolong sama pak satpam kok..”

sampai..

” kalo lewat CDM tidak kena biaya lhooo..”

gagal deh..

hanya beberapa orang saja yang berhasil ” terbujuk ” hihii..

yang kedua, eksklusifnya mesin ini membuat suku cadang nya ikut2an langka juga, ditambah sifat mesin yang tergolong masih baru, menyebabkan ahli mesinnya masih langka juga. seringnya, mesin mengalami gangguan akibat nasabah yang kadang bandel, tetap memaksakan uang yang kucel untuk tetap masuk ke CDM.

terakhir, mesin ini kebanyakan masih berada di dalam banking hall, kecuali di kota2 besar. hal ini menyebabkan nasabah tidak dapat melakukan setoran tunai melalui CDM bila kantor cabang sudah tutup.

dan sampai sekarang pun saya masih terheran2, kenapa yah nasabah2 itu masih ngeyel saja ? tetap memilih antri brjam2 hanya untuk menyetorkan beberapa ratus ribu rupiah saja?

apa mereka takut?

ahh..entahlahhh…

cdm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: