Kemuning

Pagi ini saya bangun lebih awal, senang rasanya, bisa melawan setan2 kecil-yang kata guru agama saya pas SD-nggandhuli kelopak mata kita pas waktu solat malam dan solat subuh tiba.

saya diam sebentar, ‘mengumpulkan nyawa’, sebelum akhirnya mencium bau wangi yang memenuhi ruangan. hmm..saya kenal bau wangi ini. wangi yang khas. wangi yang selalu saya tunggu datangnya selama berbulan bulan. ya, kemuning di depan rumah sudah mekar rupanya..

saya selalu suka wangi ini. wangi yang bisa menembus masuk ke dalam rumah. wangi yang hanya bisa saya cium waktu pagi hari. sebelum akhirnya kalah sama asap kendaraan yang lewat, karena memang rumah saya di pinggir jalan raya. tapi saya tak khawatir, karena nanti malam, dan esok pagi, setelah kendaraan berkurang, wanginya akan tercium kembali.

entah darimana datangnya, tanaman ini tumbuh liar, dan dibiarkan. tapi tak hendak saya buang,karena setiap kali mekar, wanginya benar2 seperti pengharum ruangan alami.

dan benar saja, setelah salat Subuh, saya buka pintu rumah, saya lihat ke depan. waahh..cantik sekali…sayangnya bunga ini cuma mekar beberapa hari saja, dan harus menunggu berminggu2 untuk mekar lagi. saat saya di luar kota dulu, tiapkali mencium wangi kemuning di pinggir jalan, saya langsung teringat rumah. ingin pulang.

this is where i belong..


5 responses to “Kemuning

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: