Everybody ‘s ( not ) fine …

abis nonton film lagi nih critanya.. sebenernya ini film sudah lumayan lama, Natal 2009 tapi saya baru nonton… critanya temen kantor bawa film ini di kantor, trus saya nonton nya di kantor.. hehe.. ketauan deh kalo sukanya magabut.. tapi karna di kantor khususnya di meja saya nggak ada speakernya, jadilah saya nonton film bisu. hari ini saya ulangi lagi menonton di rumah, tapi kali ini dengan suara :p .. herannya, walaupun udah nonton, tetep aja nangis dleweran… huhuhu….

Film ini berkisah tentang seorang ayah ( Frank ) yang diperankan oleh Robert de Niro , yang bersusah payah untuk mengumpulkan keempat anaknya ; si sulung David , Amy ( Kate Backinsale ), Robert ( Sam Rokcwell ) dan si bungsu Rosie ( Drew Barrymore )

Semua hal tampak begitu rumit ketika Jean, istri Frank meninggal karena sakit. Rumit, karena Frank mendadak harus mengurus rumah sendirian, sementara keempat anaknya sudah tinggal di luar kota. Kesepian pun melanda, dan Frank berencana untuk mengadakan semacam pesta pertemuan dengan keempat anaknya tersebut, namun alangkah kecewa nya Frank ketika ternyata anak2nya tak bisa datang menemuinya dikarenakan kesibukan mereka sementara Frank telah menyiapkan segala keperluan pesta.

cerita pun berlanjut dengan perjalanan Frank keluar kota untuk menemui anak2nya satu persatu tanpa sepengetahuan mereka. Sekedar berkunjung dan menengok harusnya bukan suatu masalah. tapi ketika anak2nya menyuruh sang ayah untuk tidak tinggal lama dan menginap beberapa hari, tentu saja hal ini mencurigakan bagi Frank.

dari sini terungkaplah satu persatu permasalahan hidup yang membuat Frank terkejut sekaligus kecewa. Frank selama ini hanya tahu kalau keempat anaknya sudah menjadi orang yang berhasil dengan kehidupan yang bahagia, namun ternyata tidak seperti yang dia pikirkan.

Frank digambarkan sebagai sosok ayah yang dulunya sibuk, begitu sibuknya hingga ia jarang mempedulikan keadaan anak2nya. dia selalu menuntut,, agar anak2nya bisa menjadi seperti apa yang dia inginkan. Frank terus menuntut sementara dia tak tahu bahwa itu justru membebani anaknya. Keempat anaknya lebih memilih bercerita dan berkeluh kesah kepada ibunya. ibunya adalah pendengar yang baik. dan dia meminta kepada anak2nya untuk selalu bercerita hal yang menyenangkan kepada orang yang dicintai, seburuk apapun keadaan sebenarnya, termasuk kepada ayahnya.

Film yang bagus menurut saya, dari awal sampai akhir cerita saya dibuat sedih, bahkan sampai menangis.. hehehe.. kasihan sama pak Frank – nya.

Cukup banyak pelajaran yang dapat diambil dari film ini. salah satunya adalah, kejujuran selalu jadi yang terbaik, sepahit apapun itu. tapi adakalanya selalu memberikan kabar gembira kepada orang lain meskipun sebenarnya kita sedang mengalami hal yang berat,memang bisa jadi hal yang menyenangkan. well, kalau kita sedang berantem sama pasangan, misalnya, nggak perlu seluruh dunia tahu kan ?


2 responses to “Everybody ‘s ( not ) fine …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: