Ce-eS

Awalnya saya merasa tergelitik setelah membaca signature email dari beberapa teman milis Anging Mammiri yang sepertinya pernah mempunyai pengalaman yang kurang mengenakkan dengan customer service sebuah perusahaan penyedia jasa telepon seluler. Ada yang pakai siggy ‘benci cs ****’ , ada yang pakai siggy ‘masih mangkel sama cs *******’ . Hehehehe… saya jadi pingin membagi sedikit cerita tentang seluk beluk dunia customer service kepada anda.. semoga berkenan ya..πŸ˜€

Sejatinya, yang disebut sebagai customer service adalah mereka yang dalam pekerjaannya berhubungan langsung dengan customer, dan umumnya berada pada bagian depan sebuah perusahaan penyedia jasa (service). Oleh karena itu mereka juga disebut sebagai frontliner, front officer. Hanya saja ‘nama’ mereka di setiap bidang jasa kadang berbeda. Ada yang disebut Customer Relationship Officer, Customer Care, Teller, Kasir, Customer Priority..dan banyak lagi. Tapi intinya sama; berada di lini depan dan berhubungan langsung dengan customer.

Tiga tahun bekerja sebagai frontliner di sebuah bank swasta nasional, ditambah 8 bulan di penyedia jasa provider selular membuat saya paham betul bagaimana suka duka menjadi seorang customer service. hihihi… lebay ah.. well, let me share this to you..karena menjadi seorang customer service itu gampang-gampang susah.

Seorang customer service itu, penampilannya HARUS rapi dan enak dipandang. keliatannya sepele ya? tapi susah lho untuk bisa tampil seperti itu setiap saat. bayangkan saja, mulai pukul 8 pagi – 5 sore saya harus berpakaian seragam lengkap yang bahkan ketika ada satu ujung blazer yang terlipat saja sudah ditegur sama atasan. ditambah lagi, diluar jam kantor pun saya harus tetap menjaga penampilan karena di kota kecil tempat saya bekerja dulu pasti ada saja yang mengenali saya. ‘ mbak yang kerja di bank itu kan ya? ‘ nggak enak dong, kalau ketemu nasabah dengan muka awut2an dan piyama tidur gitu.. beuhhh… pantas saja artis2 terkenal itu ngerasa ga bebas kalo jalan diluar..πŸ˜€

Seorang customer service itu, HARUS rela mengesampingkan kepentingan pribadinya saat bekerja demi kepuasan pelanggan. Kalimat atasan yang sampai sekarang masih saya ingat benar yaitu; ‘nasabah datang karena ingin dilayani dengan baik. mereka enggak mau tahu apakah saat itu kamu lagi sakit, lagi patah hati, lagi kena musibah, atau lagi ada masalah keluarga, mereka datang ya pinginnya dilayani.titik.’ wow.. kebayang kan gimana beratnya? saya harus memaksakan diri untuk tetap bisa senyum manis biarpun sedang meriang ngga enak badan atau setelah berantem sama pacar. tapi justru didikan keras ini mengajarkan saya bagaimana bekerja secara profesional.. dalam artian, memisahkan urusan pribadi dengan pekerjaan. susah lho, bagi yang belum terbiasa..πŸ™‚

Seorang customer service itu, HARUS (kelihatan) sempurna. Sempurna di mata customer tentu saja. Dan menurut saya, ini adalah bagian terberatnya. Sempurna dalam segala hal. Karena yang saya hadapi adalah jutaan orang (saya tidak mengada-ada lho, memang jumlah nasabah saya waktu itu ada jutaan) dari berbagai tempat, berbagai latar belakang, berbagai pemikiran, dan yang terpenting, berbagai macam ekspektasi atau harapan. dan karena harapan tiap tiap customer itu berbeda, kadang satu kesalahan kecil saja bisa menjadi poin jelek bagi mereka, padahal saya sudah berusaha seeee…maksimal mungkin untuk membantu. Tapi kok ya masihhh.. saja ada salahnya..Β πŸ™‚

lalu apakah saya boleh mengeluh? sama sekali tidak! kenapa? yaaa karena itu sudah menjadi risiko dari pekerjaan saya. pekerjaan yang memang menempatkan saya sebagai ‘pelayan’-nya customer. Berat ya? it is. itulah mengapa menjadi seorang customer service gampang gampang susah. Karena hanya yang benar – benar kuat dan tangguh saja yang bisa melakukan tugas secara ikhlas, melayani dengan sepenuh hati, dan tetap bisa tersenyum ramah.πŸ™‚

Lalu bagaimana dengan anda? apakah masih cukup sabar untuk menghadapi customer service anda?πŸ™‚


14 responses to “Ce-eS

  • ipul dg. Gassing

    saya tertarik pada bagian profesionalisme itu.
    saya terus terang ngaku deh kalau disuruh jadi CS, soalnya buat saya susah pastinya menjaga mood tetap ceria kalau lagi ada beban..

    salut buat CS yang bisa tetap profesional di tengah beban dan masalah yang dia hadapi.

    • Sachiko

      itu baru sebagian kecil cerita saja daeng.. hahahaha.. yaaa memang gampang gampang susah jadi CS yang profesional. saya pun merasa masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki. thank you yaπŸ™‚

  • indobrad

    memang terkadang customer datang dengan begitu pongahnya (atau mungkin tidak sengaja pongah krn komplainnya memang berat) dan menumpahkan semua kekesalan dan aura negatifnya pada CS. kalau sepanjang hari menerima energi negatif macam itu, pasti ‘pecah’ pertahanan si CS. Salut utk CS yang tahan ujiπŸ˜€

    • Sachiko

      waaa.. opa brad…
      seringnya sebelum datang ke CS, beberapa customer memang sudah membawa permasalahan dari tempat lain yang bikin dia bete, jadi ketika CS melakukan sedikit kesalahan, dia jadi tambah bete, dan ditumpahkanlah semua kebetean nya sama CS..πŸ˜€

  • john

    1. indah udah (berasa) jadi artis sekarang..
    2. kalo (bangun) tidur mukanya gak awut2an walaupun pakai piyama tidur
    3. sehari-hari kerja pake blazer
    4. tolong itu fotonya di tag dong…

    #EH berat nih komenπŸ˜›
    *soalnya yang serius sudah ama 2 bapak di atas itu..*

  • eko ikhyar

    curhat yang menarik, jadi ingat waktu bekerja di Passengers Handling Lion Air, saya harus tetap tersenyum walau penumpang sudah marah, pakaian harus rapih, dasi harus tetap berada di tempatnya “di leher maksudnya”

    dan Front Liner itu katanya harus cantik, berarti saya dulu cantik yah, eh gagah maksudnya :)) *jangan protesπŸ˜›

    pokoknya saya ngerti deh jadi CS kek gimana, soalnya saya juga pernah jadi Front OfficeπŸ˜€

  • beebob

    aku termasuk orang yg sering ngomelin CS…hahahaha.
    dan kadang suka ga yakin,emang ni orang udh berusaha semaksimal mungkin?kliatan kog klo dia males..-_- *suudzon*
    but anyway aku selalu puas dan senang kog sama CS telkomsel.padahal belum ketemu mbak indah ya.:-D

  • Teh Rina

    aku juga kerja sbg CS,,, di omelin customer pun bibir harus tetap senyum… makanya kalo lagi sepi… olah raga muka dulu….πŸ™‚
    paling gak enak kalo ngadepin cust.yang pikirannya kolot… beuuuuhhh… menguji kesabaran itu mah…. tapi ada enaknya juga kerja sbg CS… bnyak knalannya….. apalagi kalo cust. nya cwo ganteng… ehem ehem…jd semangat kerja…. ^_^

  • Nurmin

    Saya suka dunia Cs dan kasir, krn slma ini bhkan smpai skrng msh bkerja sperti itu, disinilaha kt bs mmelajari berbgai karakter mnusia yg berbeda2 dan bs mnjalin kekluargaan dengn mreka..sy sk dunia Frontliner, trkadang bnyk duka yg sy dpt…

  • thekingofalpha

    saya udah jd cs +- 2tahun… dari pengalaman yg menyenangkan sampai pernah nangis gara2 lagi PMS pagi2 udah dapet konsumen yg ngomel2.. pecah sudah airmata tak terbendung hahaha… belum lagi ketemu konsumen yg sok tau… uuugghh nyebelin… tapi banyak juga pengalaman yg lucu,, pernah secara “terpaksa” denger keluhan konsumen ttg tetangga rumahnya,, hahaha.. ga nyambung banget sm mslh kerjaan.. jd cs harus kuat mental deh,dan bener2 harus mengerti seluk beluk perusahaan dan bisa membuat konsumen yg tadinya dtg marah2 bisa pulang dengan wajah tersenyum,sebab kalau ngga……………. mati lah kita hahaha…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: