Makassar Trip – Part 3 : Selamat Datang di Makassar

Pas terdengar suara ‘Para penumpang yang terhormat, sebentar lagi pesawat akan mendarat, pastikan sabuk pengaman tetap terpasang dengan sempurna.. ‘ rasanya pingin langsung loncat aja dari pesawat saking senengnya (dan saking bosennya karna mati gaya di dalem pesawat ).. hehehe… horeeeee… sudah sampai Makassarrrrr !!!

Bandara Internasional Sultan Hassanudin Makassar in one word; Megah! sayangnya saya ngga sempat mengambil gambar lewat kamera..soalnya saya ngga punya kamera..hehe..dan nggak beberapa lama, kami pun dijemput sama Budi, temannya si Mas yang orang Purwokerto, menikah dengan orang Makassar, dan bekerja di Darwin, Australia. Owalahh.. tangga dewek jebule ! (ternyata tetangga sendiri)šŸ˜€

ki-ka : si mas – Budi

Budi mengajak kami untuk makan siang di rumahnya di kawasan perumahan Bukit Sudiang, Makassar, ngga begitu jauh dari bandara. Saya yang masih agak jetlag waktu itu sempat agak linglung, bingung..karna si mas, mbak Dini, mbak Wulan dan Budi, semuanya ngobrol pake bahasa Banyumasan yang ngapak2 di dalam mobil..hello..lagi dimana sih ini !!! Di Makassar apa di Purwokerto? ditambah perbedaan waktu sejam dari Semarang, dan jam tangan serta jam di Hp yang belum saya sesuaikan, membuat kepala saya tambah pusing, untung habis itu Budi langsung mempersilakan makan..hehehe..

Budi, adalah temannya si Mas di Darwin, yang ternyata berasal dari daerah yang sama, dan ternyata waktu kecil pernah sama-sama ikutan pertandingan volly. hanya saja, mereka ngga saling kenal waktu itu karna mereka berasal dari tim yang berbeda. Budi ini orangnya baik,lucu..dia menganggap kami sudah seperti saudara. Thank you, Budi..šŸ™‚

Setelah makan dan istirahat sebentar, Budi mengantar kami ke hotel. Tapi sebelumnya kami diajak keliling kota dulu, masuk tol, melewati jalan Nusantara yang ‘tersohor’ itu..hahahaha.. orang Makassar pasti tahu cerita dibalik jalan Nusantara.. *ngikik*, melewati rumahnya Jusuf Kalla, Wisma Kalla, Karebosi, Trans Studio, Losari..duh..can we just go to the hotel, Budi? *ngomong dalam hati*.

Hotel kami adalah hotel baru yang letaknya nyempil di tengah rumah rumah penduduk, di dekat Losari. Dan karna kebanyakan jalan di Makassar adalah jalan satu arah, jadinya kami sempat muter jalan berkali-kali waktu nyari lokasinya..duhh..kasur mana kasur..

foto di salah satu spot di bandara. Norak yo ben.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: