Stand Up Comedy Indonesia dan Ajang Cari Bakat Lainnya


Stand up comedy sekarang ini sedang ‘rame-ramenya’ jadi topik pembicaraan di Indonesia. Ya, berasal dari kata Stand-up yang artinya berdiri, dan comedy yang artinya humor, maka Stand Up comedy bisa diartikan sebagai humor (melucu) sambil berdiri.. yaya, saya ngarang.. hehehe.. tapi bener kok, Stand up comedy itu biasanya melawak sendirian di depan panggung sambil berdiri.

Apa yang menarik dari Stand Up Comedy? Lawakannya yang cerdas dan segar, saya rasa, satu lagi, nggak main fisik. You know lah, sekarang ini lawakan lawakan di tivi hampir semuanya pake kekerasan fisik, baik itu omongan maupun tindakan. Banyak sekali adegan jorok-jorokan, keplak-keplakan.. gak lucu sama sekali. Stand Up Comedy menghadirkan sesuatu yang baru.. ide2 lawakan yang cerdas, dan anti garing.

beneran nggak ada yang garing? ada sih, tapi yang garing garing itu pasti dengan sendirinya akan tereliminasi, dengan sendirinya akan mundur. Karena ketika seorang comic ( sebutan bagi orang yang ber-stand up comedy) melawak di depan panggung, dan dalam waktu 5 menit pertama nggak ada yang ketawa, berarti dia gagal. inilah kenapa saya sebut lawakan anti garing.

Tersebutlah seorang Raditya Dika, blogger, penulis buku yang selalu sold out, beberapa kali muncul sebagai pembawa acara di tivi juga, yang pertama kali memperkenalkan kepada Indonesia apa itu Stand Up Comedy. Dia-lah yang mempelopori trend itu. ditambah memang orangnya yang lucu abis, sukseslah dia meng-comic-kan dirinya sendiri. Saya pernah ikutan satu acara workshopnya dia di Undip, dia menceritakan banyak hal dalam bungkusan ala Stand Up Comedy, hasilnya? ratusan orang yang ada di situ, termasuk saya, sukses ketawa sampe nangis nangis!

Bersama Pandji, dia membuat satu acara reality show pencarian bakat Stand Up Comedy yang audisinya dilakukan di berbagai kota di Indonesia. Saya mengikuti terus acara ini dari awal. Dan dari audisi itu terpilihlah 13 comic yang akan berkompetisi untuk mendapatkan gelar sebagai the first Indonesian comic di Jakarta sana.

Saya selalu menantikan setiap episodenya. Ada yang lucu abis, ada yang lawakannya maksa, ada yang garing to the max, tapi seringnya saya dibuat kagum sama penampilan beberapa comic yang lawakannya cerdas. membuat saya selalu berkata ‘ oiya ya, bener juga ya.. hahahaha ‘. Dari sini saya langsung menyimpulkan bahwa untuk bisa jadi comic itu harus benar benar cerdas. Gimana enggak, sering lho mereka dikasih tema dadakan sama Raditya Dika n Pandji di atas panggung untuk dijadikan bahan lawakan, tanpa persiapan sama sekali, dan hasilnya lucu! hebat kan!

Singkat cerita, yang berhasil masuk ke grand final adalah Rian dan Akbar. Akbar juara di lawakan2 yang pake logika dan yang nyrempet2 politik, sedangkan Rian, juara di guyonan ringan sehari hari khas anak muda, plus, dia jago niruin apa aja dan siapa aja, plus lagi, dia ganteng.. #ehek. Kandidat yang sama sama berbobot memang, tapi keluwesan Rian dalam menyampaikan guyonan tampaknya mampu mengalahkan Akbar yang sesekali masih terlihat seperti menghapalkan urutan urutan bahan lawakannya. Ya, Rian Andriandhy is the first Indonesian Comic.

Oke,hingar bingar itupun selesai. Rian juara. What’s next? saya jadi berpikir. Mencoba mengingat fenomena pencarian bakat di Indonesia. dari mulai AFI yang udah kayak sinetron karna banyakan dramanya, Indonesian Idol dengan 3-4 juri hebat yang mengkritik sana sini tapi useless karna pemenang ditentukan perolehan sms, sampai dengan yang terakhir, Masterchef.. itu juaranya pada kemana sekarang woi?

Agak absurd aja gitu kayaknya, mereka udah berjuang setengah mati jadi juara, ketika udah beneran menang, sekarang hilang nggak ada kabarnya. Agak kasian aja gitu, pemenang juara kontes di tipi, tapi cuma sebentar doang terkenal. Sekarang malah ilang. Siapa yang salah? pihak pelaksana yang nggak bertanggung jawab atas nasib mereka setelah keluar akademi, atau karna si juara sendiri yang menurun kreatifitasnya sehingga nggak ada yang nawarin kontrak, atau karna hal lain?

Atau memang karna acara ini judulnya ‘ajang pencarian bakat’, jadi setelah ketahuan kalo si juara pertama ini beneran punya bakat, trus udah. Silakan cari job sendiri di luar sana, kami hanya membantu menemukan bakat anda. gitu?

ah entahlah, yang jelas saya ngerasa kasian sama juara juara ini. Dengan mudahnya mereka terkenal, dengan mudah pula mereka dilupakan. Tapi semoga di dunia nyata mereka tetap di apresiasi ya, walopun nggak terekam kamera. Dan Rian si juara baru ini, dengan bakat yang dia punya, kita tunggu saja action dia berikutnya.. yukk.. marii..


4 responses to “Stand Up Comedy Indonesia dan Ajang Cari Bakat Lainnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: