Semarang Berbagi : Al-Rifdah

bersama adik penderita autis hiperaktif

Adalah teman saya, mas Hidayat, yang saat itu bercerita melalui akun twitternya @muslimax, tentang kunjungannya ke suatu tempat bernama Al Rifdah, yang ternyata merupakan suatu panti cacat ganda, dimana di dalam panti tersebut terdapat 19 anak dengan kebutuhan khusus. Lewat akun twitternya itu, dia mengajak siapapun yang tergerak hatinya untuk mengulurkan tangan dan memberikan bantuan seikhlasnya.

Sampai pada suatu hari, saya mendapat pesan singkat yang ternyata dari mas Hidayat yang isinya ajakan untuk ikut membantu di panti Al-Rifdah tersebut. Tanpa pikir panjang, tentu saja saya langsung mau.

Beralamat di jalan Tlogomulyo perum BPD 3 Semarang, panti ini memang lokasinya agak jauh dari perkotaan, bahkan agak jauh dari perumahan perumahan di sekitarnya. Ada beberapa gang yang harus dilewati, jalanan yang berbatu serta tanah persawahan yang airnya meluap ketika hujan deras tiba, sebelum akhirnya sampai.

Adalah Bu Rahma, yang langsung menyambut kedatangan kami dengan ramah. Beliau adalah perempuan berjasa yang mengurus panti ini dengan segala apa yang dia punya. Begitu masuk ke dalam, kaki dan seluruh badan saya rasanya mendadak lemas, seketika itu pula saya kehilangan kata-kata untuk berbicara. Trenyuh.

adik adik penderita polio dan epilepsi

Ada 19 anak dengan kebutuhan khusus di panti ini. Beberapa di antaranya adalah anak autis pasif, autis hiperaktif, 5 anak epilepsi, 2 bayi Hydrocephalus, tuna rungu,tuna netra, serta polio. Ke 19 anak ini sehari-harinya dirawat oleh bu Rahma dibantu oleh 4 pendamping, dimana 2 pendamping tidur di panti, sementara 2 yang lain pulang ke rumah (paruh waktu).

Setelah melihat sekeliling serta bermain sebentar dengan adik-adik di panti, kami berempat akhirnya mendapat kesempatan untuk mengobrol sebentar dengan bu Rahma yang tampaknya memang selalu sibuk, karena beliau sendiri selain berprofesi sebagai guru Bahasa Indonesia di sebuah SMA di Pandanaran, juga bertanggung jawab penuh terhadap panti tersebut..dan dari cerita bu Rahma, kami akhirnya tahu sedikit banyak tentang keadaan panti Al Rifdah ini, sekaligus apa-apa saja yang dibutuhkan.

Bu Rahma mulai mengurus panti ini sejak tahun 2006. Perjalanannya nggak mudah ternyata. Sempat diusir sebanyak 3 kali oleh warga setempat karena dianggap mengganggu dan ketakutan warga terhadap keadaan fisik adik-adik panti yang dianggap bisa menular, akhirnya beliau menetap di tempat yang sekarang. Bersama suaminya yang bekerja di Kalimantan, Bu Rahma berjuang untuk membiayai dan merawat adik-adik yang kurang beruntung ini, walaupun kenyataannya masih terdapat banyak kekurangan di sana-sini. Nah, disinilah tugas kita untuk membantu bu Rahma merawat adik-adik.

bersama Bu Rahma

Berdasarkan apa yang kami lihat ditambah dengan cerita Bu Rahma, di Panti Al Rifdah terdapat kebutuhan-kebutuhan antara lain; box, atau tempat tidur anak terbuat dari kayu untuk dipakai setiap anak. Di panti sudah ada 5 box yang dipakai. Bu Rahma sendiri sudah mengambil 5 box lagi dengan harga per box nya Rp. 2.500.000,- dan itu berarti masih kurang 9 box lagi.

box tempat tidur adik adik Al Rifdah

Untuk 5 anak yang menderita epilepsi, dibutuhkan obat khusus yang harganya Rp. 170.000 / botol/ anak/ 1 minggu. Sedangkan untuk sehari-harinya, Bu Rahma membutuhkan susu yang jenisnya berbeda-beda untuk semua anak tergantung dari usia dan jenis penyakit, kira-kira 6 kaleng – 37 dus susu per hari. Selain itu, Bu Rahma membutuhkan beras sebanyak 25kg/ 2 hari, serta makanan makanan camilan seperti roti mari/ crackers untuk adik-adik. Jika ditotal, kebutuhan per bulan di panti ini rata-rata mencapai 3-4 juta Rupiah, belum termasuk kebutuhan untuk membayar tenaga pendamping sebesar Rp. 2.000.000,- per bulan.

Disamping kebutuhan yang saya tulis di atas, kebutuhan lain yaitu kebutuhan membangun panti. Saat ini, Bu Rahma sedang membangun 3 kamar di bagian depan panti, yang nantinya akan dipakai terpisah sebagai kamar untuk anak hiperaktif, ruang bayi, serta satu ruang khusus untuk periksa saat ada tenaga medis dari puskesmas datang. Selain itu, Panti ini akan dibuat 2 lantai, di mana di lantai atas nanti akan ada kolam untuk terapi, serta akan dipisahkan lantai 1 untuk putri, dan lantai 2 untuk putra.

Yang harus kita pikirkan bersama adalah soal biaya. Harga tanah tempat panti ini berdiri awalnya Rp. 95.000.000,-. Waktu itu dana yang dimiliki Bu Rahma sekitar 14-20Juta. Setelah membuat persetujuan dengan pemilik tanah, akhirnya Bu Rahma boleh menyicil, dan sisa cicilannya sekarang sebesar Rp. 50.000.000,-. Kebutuhan pembangunan lain yaitu biaya untuk material, tukang, serta kusen seharga Rp. 9.000.000,- yang baru dibayar Rp.3.000.000,- oleh Bu Rahma.

Melalui tulisan ini, kami ingin sekali mengetuk hati anda untuk ikut membantu perjuangan bu Rahma. Meminta anda untuk sedikit saja melihat apa yang ada di sekitar kita, melihat adik-adik kita yang kurang beruntung ini.

Bagi anda yang berkenan membantu, boleh datang langsung ke Panti Al-Rifdah dan bertemu Bu Rahma, atau melalui kami, via twitter di akun @mbandah , @muslimax, @diniwoman dan @Adysants serta hashtag #SMGBerbagi.

Atau bisa juga ke rekening BCA Siliwangi dengan nomer rekening 246-543-0492 a.n. Hidayat Prasetyo. Yuk, kita sama-sama berbagi kepada mereka yang membutuhkan. Insyaallah Tuhan nanti yang akan membalas amal kita.🙂

bersama adik bayi penderita hydrocephalus


15 responses to “Semarang Berbagi : Al-Rifdah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: