Q & A seputar traveling

Walaupun jam terbang traveling saya masih sedikit, tapi pengalaman jalan jalan saya berikut ini boleh lah anda jadikan sebagai pengetahuan juga. Monggo..

Sebaiknya siapkan budget khusus atau go with the flow?

Jika anda merasa punya banyak uang dan nggak begitu khawatir kehabisan dana, serta pengen semua serba nyaman dan berkelas, silakan go with the flow,artinya, anda bisa tidur di hotel yang manapun anda suka, boleh makan di resto mewah sesuai selera, ikut tur, menyewa guide, dll, walaupun tetap harus mengendalikan pengeluaran ya.

 Tapi kalau dana anda terbatas, atau mungkin anda tipe orang yang selalu teliti dalam hal finansial, maka sebaiknya anda menyiapkan dana khusus untuk liburan dan jalan-jalan anda. Ada dua cara mengatur budget jalan- jalan.

Yang pertama, pisahkan dulu dananya, baru dibagi bagi ke beberapa pos pengeluaran. Misal, budget saya untuk liburan ini katakanlah Rp 500.000,- untuk 2 hari satu malam, ke Jogja. Maka saya harus memikirkan bagaimana biar dana tersebut cukup. Mencari info transportasi PP Semarang-Jogja, penginapan ala kadarnya, makanan, dll. Meskipun dibatasi, ada baiknya juga anda tetap membawa dana cadangan, siapa tahu ada kebutuhan mendadak.

 Yang kedua, anda mencari info dulu, baru menyiapkan dana. Misal, untuk jalan jalan ke Jogja 2 hari satu malam, yang saya butuhkan adalah transportasi Rp. 150.000, penginapan Rp. 250.000, plus makan Rp. 100.000,- maka, dana yang saya butuhkan adalah Rp.500.000,-

 Tapi ingat, meskipun semuanya terencana dan serba perhitungan, jangan sampai urusan budget ini malah jadi bikin tambah ribet, soalnya, tujuan kita kan jalan- jalan, refreshing, seneng-seneng, jadi jangan dibikin tambah pusing ya!🙂

Sendirian atau bareng temen?

 Di buku The Naked Traveler-nya Trinity, disebutkan bahwa dia lebih suka traveling sendiri. Alasannya, karena nggak ribet, dan bisa bebas jalan kemana pun dia mau, tanpa harus adu argumen bila dia mau pergi ke suatu tempat sementara temannya lebih pengen pergi ke tempat lain. Nggak perlu tunggu-tungguan, juga nggak perlu ngerasa nggak enak ati. Tapi kalaupun anda pengen ngajak temen, maka ajaklah teman yang mempunyai ‘visi dan misi’ yang sama, artinya, kalau anda mau traveling ala backpacker, ya jangan mengajak teman yang nggak mau diajak ‘susah’, bakal repot nanti.

 Saya pribadi setuju sama pendapat mbak Trinity tersebut. Kebetulan teman teman traveling saya selama ini ya orang-orang terdekat, seperti kakak dan pacar. Karena selain sudah mengerti karakter dan sifat-sifat mereka, traveling dengan orang dekat juga bisa meminimalisir adanya konflik. Ditambah lagi, kalau traveling bareng orang deket/ sudah dikenal keluarga, dijamin bakal gampang dapet ijin dari ortu, terutama buat anak cewek kayak saya.

Nginep di hotel atau tempat saudara?

 Ini masalah sepele, tapi bisa jadi masalah besar juga kalau disepelekan. Katakanlah anda ingin berlibur di sebuah kota dimana di kota tersebut ada keluarga anda yang menetap dan tinggal di situ. Sebagai traveler sejati, anda pasti pengennya seharian penuh keliling kota, menjelajah setiap sudut dan menemukan hal-hal baru yang unik dan menarik, mencoba kuliner khas, bercengkrama dengan penduduk lokal, menikmati suasana kota malam hari, foto-foto, dan lain lain yang kadang membutuhkan waktu yang nggak sedikit. Bisa jadi anda akan berangkat setelah subuh dan kembali setelah malam hari. Hal ini tentunya bikin nggak enak di hati kalau kita menginap di rumah saudara. Ya iyalah, bukannya duduk ngobrol malah keluyuran nggak tahu kemana, pulangnya malam pula. Nggak tahu sopan banget ya.

 Beda halnya kalau kita nginep di hotel, bebas pergi dan pulang kapan aja. Tapi masa iya kita tidur di hotel sementara di kota tempat kita berlibur tersebut ada Paman kita, misalnya? Tambah lebih enggak sopan lagi. Bisa bisa nanti lebaran berikutnya kita nggak dikasih angpaw gegara dibilang sombong banget gak mau mampir ke rumah Paman. Susah kan?

 Butuh strategi jitu untuk mengatasi masalah ini. Dan strategi jitu tersebut hanya anda sendiri yang tahu. Kenapa? Karena karakter di setiap keluarga besar itu beda-beda. Dan yang tahu kebiasaan-kebiasaan sebuah keluarga itu ya mereka sendiri. Makanya, anda harus tahu, apakah paman anda itu galak, ataukah Budhe anda itu nggak suka jenis oleh-oleh tertentu, ataukah sepupu anda nggak suka kalau ada tamu yang berisik, atau apapun itu. Yang jelas, jangan sampai hubungan kekerabatan anda dengan keluarga rusak hanya gara-gara anda berlibur, menginap di rumahnya, dan dianggap enggak tahu sopan santun. Untuk amannya sih, berlibur ke tempat dimana di kota tersebut nggak ada anggota keluarga besar anda. Hehehe..

Mandiri atau ikut Tur?

 Menurut Trinity, dia lebih suka traveling mandiri. Alasannya? Bisa bebas. Kalau ikut tur, kita akan disodori daftar itinerary, yang artinya, selama perjalanan harus ikut mengunjungi tempat tempat wisata yang ditentukan. Nggak enaknya, kita harus ‘nurut’  ikut meskipun sebenarnya kita nggak begitu suka sama objek wisata tersebut, di sisi lain, kita sudah harus buru buru balik ke bis karna waktu kunjungan sudah habis, padahal kita masih pengen banget main-main di objek wisata tersebut. Enaknya, kita nggak perlu susah-susah mikir, habis ini kemana, jalannya lewat mana, tempat makan dimana, karna semua sudah ada yang ngatur. Persis kayak Study Tour pas sekolah, atau outing kantor.

 Saya sendiri lebih suka seperti Trinity, mandiri, tanpa tour, karna bisa bebas pergi kemana saya mau. Langsung cabut ketika nemu objek yang ngebosenin, atau berlama lama ketika nemu objek yang asik. Sayangnya, beberapa objek wisata yang ada seperti karimun jawa, mengharuskan kita untuk ikut tur, mau enggak mau. Karena (katanya) di sana apa apa susah, kapal penyebrangan ke karimun juga masih terbatas, jadi ya, harus pake tur/ paket wisata. Nanti coba saya tak ke sana dulu baru cerita lagi. Kalau menemui masalah kayak gini, ya terima saja. Nggak perlu ngedumel sok-sok mandiri karena biasanya nggak suka sama tur. Nggak ada salahnya juga kan dicoba? Sesekali ikut tur karna emang nggak ada cara lain, siapa tahu sama asiknya.

Sepatu atau sandal ?

Saya sempat ‘salah alas kaki’ waktu di Makassar dulu. Waktu itu saya hanya membawa dua alas kaki, yaitu sandal, dan sepatu sneakers tanpa tali. Ketika saya jalan kaki menyusuri kota-mungkin lebih dari 3 kilo jaraknya-saya pakai sandal. Ternyata nggak nyaman. Jari jari kaki saya justru capek saking lamanya menjepit sandal dan menahan agar sandal nggak lepas. Saya pikir seharusnya waktu itu saya pakai sepatu saja.

Masih di Makassar, saya pergi ke pantai pakai sneaker. Pikir saya, kalau jalan jalan keliling pantai nggak capek kakinya, plus nggak licin. Ternyata saya salah lagi, saya malah jadi enggak nyaman karna sepatu saya tersebut malah kemasukan banyak pasir. Ugh!

Dari sini saya menyimpulkan bahwa alas kaki yang paling tepat untuk dibawa traveling adalah : sepatu sandal / sandal gunung, apalah namanya itu, semacam sandal yang di belakang tungkainya ada karet biar nggak lepas. Buat jalan cocok, dipake main air juga bisa, nggak takut kepleset karna licin juga. Ini adalah benda yang setiap traveler harus punya.

Di Bali kemaren, saya beli sepatu sandal bermanik manik nan unyu yang banyak sekali dijual di sana, baru beberapa hari dipakai, eh, udah jebol. Lalu saya beli lagi sandal biasa, masih ada manik-manik nya juga, tapi nasibnya sama juga. Jebol dalam beberapa hari saja.huhuhu..

Buat anda traveler cewek, ini solusinya: bawa satu sandal gunung, plus satu flat shoes yang girly. Penjelasannya : sandal gunung dipakai untuk ‘menjelajah’, flat shoes nya buat jaga jaga, siapa tahu anda pengen dateng ke café atau jalan jalan cantik di mal, atau ada undangan tertentu. Bawa saja, nggak ada salahnya, lagian untuk membawa flat shoes nggak butuh ruang yang besar. Semua cewek tahu lah ya, kalau flat shoes nggak pernah salah.

Segitu dulu ya, nanti kapan kapan disambung lagi. Semoga bermanfaat!🙂


3 responses to “Q & A seputar traveling

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: