Buku Traveling, Pentingkah?

Setelah batal-batal melulu, akhirnya kemarin saya jadi juga berkunjung ke gramedia. Ya, buat orang-orang yang suka membaca buku, toko buku seperti gramedia akan selalu menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi. Entah itu mencari buku dari penulis kesayangan, mencari buku untuk referensi penelitian, atau mungkin buku yang sesuai dengan hobi seperti buku tentang masakan, bertanam, bahkan juga traveling.

Seperti saya yang punya hobi traveling, saya langsung saja menuju ke rak buku-buku traveling. Ternyata buku yang tersedia baru sedikit. Beberapa diantaranya hanya mengulas tentang Bali dan Lombok saja untuk wilayah Indonesia, serta Eropa dan Korea untuk luar negerinya, sisanya, cerita tentang pengalaman beberapa orang yang berkeliling dunia dengan murah. Nggak ada buku yang kelihatan ‘beda’ dan menarik. Kecuali tentu saja The Naked Traveler yang dipajang di rak buku laris. Lalu kemana traveler-traveler lain? apakah mereka terlalu nyaman update status traveling via sosial media? atau memang belum ada yang menawarkan untuk menuliskan ceritanya menjadi sebuah buku? entahlah..

Tapi sebenarnya penting nggak sih membaca buku traveling itu? karena ada beberapa orang yang bilang ‘ngapain baca buku traveling, mending langsung berangkat aja, nggak perlu kebanyakan baca, karna apa yang akan kamu temui pasti lebih menarik lagi’. Hmmm.. ada benernya juga sih, traveling bukan cuma membaca buku. Apalagi di jaman digital seperti sekarang ini, info-info tentang suatu obyek wisata bisa dengan mudah ditemukan dengan mesin pencari yang bisa diakses melalui gadget kita.

Menurut pendapat saya, sesekali beli buku traveling boleh lah, karena bisa menambah referensi kita sebelum traveling, bisa memperkaya pengetahuan kita tentang tempat yang akan dikunjungi, plus yang paling seru, membandingkan cerita di buku dengan aslinya. Misal di buku ditulis bahwa pantai X nggak begitu bagus buat melihat sunset karena banyaknya tebing curam yang menghalangi pandangan mata kita, kemudian setelah kita kesana, kita bisa membandingkan dan menceritakan ulang, ohh.. ternyata untuk dapat melihat sunset yang cantik di pantai X, kita harus bersusah payah melewati jalan sempit yang sepi dan belum banyak orang yang tahu. Dengan demikian kita jadi bisa mendapat sudut pandang baru. Selain itu kita juga bisa membuktikan, apakah yang ditulis di buku itu benar adanya. Seru kan?šŸ™‚


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: