Saya Memilih Karena Saya Berharap

Selama ini, saya adalah orang yang paling tidak peduli sama politik. Kalaupun ada kejadian heboh menyangkut politik dan pemerintahan Indonesia, reaksi saya juga datar-datar saja. Paling banter saya cuma baca-baca beritanya di internet untuk sekedar being up to date. Selanjutnya, saya tak ambil pusing. Aku ra urusan. Nonton berita di tivi pun jarang banget. Ya, melihat kesemrawutan yang hampir merata di seluruh Indonesia malah membuat mood saya rusak.

Itu baru soal berita. Soal pemilu alias coblos menyoblos, saya lebih nggak peduli lagi. Selama ini kalau saya ikutan nyoblos semata-mata hanya untuk menghormati undangan RT dan juga menghindari omelan dari orang tua. Ini jujur.

Saya muak. Saya sudah sampai di satu titik dimana saya merasa pesimis. Pesimis sama pemerintahan Indonesia dan tingkah polah para pejabat yang seringkali tertangkap media sedang melakukan hal yang tidak sepantasnya.

Tapi di tengah-tengah rasa pesimis ini, muncul satu cahaya terang. Cahaya terang yang sinarnya menyilaukan. Saking silaunya sampai membuat saya yang selama ini menutup mata, terusik dan ingin melihat. Membuat hati saya tiba-tiba mantap untuk memilih. Sama kayak orang yang lagi jatuh cinta ya? Memang. Saya memang lagi jatuh cinta sama bapak calon presiden yang satu ini.

Hal lain yang membuat saya peduli sama pemilu 2014 ini adalah adanya acara Debat Capres yang disiarkan langsung di beberapa stasiun tivi. Dalam acara ini, kedua calon presiden dan wakilnya dipertemukan langsung. Mereka diberi waktu untuk menyampaikan visi misi masing-masing. Diberikan waktu untuk saling bertanya dan menjawab, di depan ratusan juta pasang mata yang menonton. Well, saya rasa ini menarik banget, daripada menonton orang lain yang berpendapat, kan, mending nonton capresnya langsung? Kita jadi bisa membandingkan sendiri dan mendengar langsung dari mereka sendiri, meskipun tak dipungkiri kalau mereka juga pasti mempunyai atau dibekali sama kepentingan-kepentingan partai. Setidaknya, dengan disandingkan seperti ini, saya bisa “melihat”๐Ÿ™‚ .

Seumur-umur, rasanya baru kali ini saya peduli sama acara coblos menyoblos. Saya sampai dibelain tanya ke tetangga, apakah sudah pada dapat undangan nyoblos atau belum. Saya khawatir kalo saya nggak bisa ikut memilih karena suatu hal.

Saya benar-benar sangat bersemangat. Saya harap, anda yang membaca tulisan ini juga bersemangat untuk memilih. Bingung/ belum tahu mau milih yang mana? Ayolah, cari referensi bacaan yang banyak terdapat di media, cari you tube nya, tonton debat capres, baca di koran, atau apapun yang bisa membuat anda mengenal calon presiden beserta visi-misinya. Kalo males, cukup ikuti kata hati. Kalo masih males juga dan tetep mau golput, saya harap anda bisa fair dan tidak mengeluh jika nanti presiden terpilih mengecewakan. Anda kan tidak ikut milih?๐Ÿ™‚

Para perantau pun sekarang diberi kemudahan untuk bisa memilih dari kota tempatnya bekerja tanpa harus pulang ke kampung halaman. Mereka cuma harus meluangkan sedikit waktu untuk mengurus dokumennya. Begitu pula dengan WNI yang tinggal di luar negeri. Mereka tetap bisa ikut memilih. Jadi, gak ada alasan lagi buat golput.๐Ÿ™‚

Kok semangat banget sih, Mbandah? Emangnya Mbandah mau pilih siapa?

Soal itu, cukuplah saya sendiri yang tahu. Yang jelas, saya sudah mantap. Saya sudah mantap menitipkan harapan masa depan Indonesia di pundak mereka. Urusan kalah atau menang, itu tak jadi masalah. Semoga presiden terpilih nanti tetap amanah. Amin.

Jadi, apakah anda masih golput tanggal 9 Juli nanti?๐Ÿ™‚


4 responses to “Saya Memilih Karena Saya Berharap

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: