Tahun baru (an)

Tahun baru. Saatnya menulis resolusi, saatnya mengucap harapan, dan menentukan target. Tak lupa, mengirimkan doa. Kalau bisa, pakai jasa yang bisa sampai dalam satu hari saja. Selebihnya, perayaan-perayaan sebagai pertanda. Selamat tahun baru gaes.

Ngomongin resolusi emang nggak ada habisnya. Seperti anda, dan juga saya. Setiap tahun. Dan kali ini saya sudah sampai di titik lelah. Pasrah. Saya sudah tidak berhasrat lagi membuat resolusi.

Saya ingin mengalir seperti air. Mengikuti mimpi. Mengikuti apa kata hati.

Melakukan yang terbaik yang saya bisa. Memetik harapan dan membungkusnya dalam rangkaian doa.

Pesimis? Enggak juga. Saya hanya merasa selama ini terlalu sibuk memikirkan tuntutan dari orang lain. Betapa saya harus begini biar kelihatan begitu. Saya sudah terlalu lama mengabaikan suara hati.

Sekali lagi, selamat tahun baru 2015.

Advertisements