Addicted to : John Mayer

JohnMayerPatek53961

Ada yang bilang, jika musik yang kamu dengarkan (tiba-tiba) terasa terlalu keras atau berisik, itu tandanya kamu sudah tua. Sudah saatnya kamu beralih ke aliran musik yang slow, mendayu-dayu, yang bikin ngantuk, dan lain-lain. Mungkin kalimat tersebut benar adanya, tapi mungkin juga salah, karena yang namanya musik, terutama musik yang bagus itu nggak punya tanggal kadaluarsa. Mau aliran rock, pop, blues,dangdut, dan lain sebagainya. Meskipun, lagi-lagi kita harus berhenti berdebat dan menyerah pada satu kata yang tidak bisa dipaksa; selera.

Saya adalah salah satu dari sekian banyak anak-anak generasi 90an yang tumbuh bersama musik alternative rock dan Britpop. Tumbuh besar di jaman MTV masih Berjaya di stasiun tv lokal Indonesia. Jadi, idola saya ya nggak jauh-jauh dari Oasis, Blur, Matchbox 20, Suede, Incubus dan kawan-kawan. Telinga saya pun mau tak mau jadi ikutan terbiasa dengan distorsi-distorsi gitar yang tercipta dalam musik mereka. Belasan tahun lamanya… sampai saya kepincut sama mas-mas yang satu ini; John Mayer.

jm5

John Clayton Mayer. Adalah mas-mas yang akhirnya mengenalkan saya kepada aliran musik pop-blues-country yang di tangannya, bisa menyatu dengan sempurna dan menjadi musik yang ‘kaya’, rumit, namun dibungkus dengan lirik yang amat manis. Ada yang belum tau siapa itu John Mayer?

John Mayer adalah seorang gitaris ganteng yang juga bisa menyanyi (well, most of guitarist suaranya sumbang. pernah denger John Frusciante nyanyi?😀 ), mencipta sekaligus menulis lagu, produser, dan setelah melihat video-video studio session-nya di you tube, saya percaya, dia juga ikut mengaransemen lagu-lagunya sendiri.

jm2

Kemampuan bermain gitarnya nggak perlu diragukan lagi lah ya. Berada satu frame bareng BB King, Eric Clapton, John Frusciante dan banyak gitaris top lainnya dengan predikat “Guitar Gods” versi Majalah Rolling Stone, tentu sudah cukup menjelaskan. Masih kurang? Browsing saja list penghargaan plus berapa Grammy Awards yang sudah dia terima. Cukup banget buat membuktikan betapa dia adalah musisi yang patut diidolakan buat saya.

John Mayer muncul dengan aliran pop di awal karir musiknya. Sebut saja Your Body is A wonderland, St’ Patricks Day, No Such Thing dan lagu-lagu lainnya di album pertamanya yang bertitel Room For Squares (2001), meskipun melodi gitarnya sudah terdengar ke-blues-blues-an, tapi sepertinya dia masih galau. Di album kedua, Heavier Things (2003), John Mayer sudah mulai menunjukkan kalau hatinya lebih memilih blues. Lagu Daughters yang menang Grammy untuk kategori Song of the year dan Best Male Pop Performance (2005) adalah salah satu contoh ‘perkawinan’ pop dan blues yang amat manis. Album ke tiga, Continuum (2006), sudah blues banget. I don’t Trust Myself(With Loving You), Slow Dancing in A Burning Room, I’m Gonna Find Another You, dan yang paling bikin merem-melek; Gravity.

John-Mayer

Di Battle Studies (2009), John Mayer tampaknya mulai kembali lagi ke Pop-Blues. Half Of My Heart, All We Ever do Is Say Goodbye, Crossroads, Assassin, dan lagu lainnya membuat kita agak berpikir, ini pop apa blues? Blues apa pop? Battle Studies adalah album terakhir sebelum John Mayer sempat vakum karena suatu penyakit di pita suara & tenggorokannya.

Adalah Born & Raised (2012), album ke lima John Mayer yang ditunggu-tunggu para fans setelah sekian lama. Melalui hashtag #MayerisBack , John Mayer mengumumkan kembali kehadirannya di dunia musik melalui banyak media, salah satunya, melalui You Tube dengan membuat banyak video seperti Road Session, Studio Session, dll. Born & Raised World Tour (2013) dijadikan perayaan kembalinya si dewa gitar ganteng satu ini.

JohnMayer

Banyak Hal menarik di balik album Born & Raised nya John Mayer. Salah satunya adalah drawing buat keseluruhan albumnya. Jika anda sedang nggak ada kerjaan, boleh deh nengok detail drawingnya di You Tube, judulnya The Making of John Mayer’s Born & Raised Artwork. Video berdurasi sekitar 18 menit ini membuat saya melongo, menahan nafas, sekaligus deg-deg an at the same time. Detailnya edan! Saya jadi punya satu sebutan lagi buat John Mayer ; Konseptor. A very good conceptor. Bisa dilihat juga di sini.

Born-and-Raised-High-rendered-sketch-detail

Born_and_Raised

John_Mayer_Born_and_Raised_Cover

Queen Of California adalah salah satu lagu di album Born & Raised yang terdengar agak blues dan agak Country. Well, lagu Country biasanya agak membosankan bagi saya, tapi di lagu ini, John Mayer membuatnya tetep enak di telinga. Sekarang jadi lagu favorit yang setiap hari saya dengar.😀

Album ke enam, Paradise Valey (2013) adalah album yang lagu-lagunya agak ‘santai’ menurut saya. Masih ada sedikit pop dan country, tanpa melupakan blues, tentunya. Ini bisa didengarkan dari lagu Paper Doll yang kayaknya ‘apasih’ banget. Kayak lagu yang nggak niat, tapi setelah didengarkan bener-bener dan berulang-ulang, ternyata enak juga, ternyata tetep tertata juga melodi gitarnya. Kalau pengen yang agak rumit khas John Mayer, ada Wildfire. Kalau pengen yang romantis manis tapi tetep ngeblues, ada duet bareng Katy Perry di Who You Love.

Katy-Perry-John-Mayer-1200-1026x684

Ngomongin siapa itu John Mayer sudah. Sekarang ngomongin seberapa besar dan seperti apa saya mengidolakannya. Hahaha😀

Level saya sudah sampai di level mendengarkan lagu-lagunya setiap hari, pagi, siang, sore,malam. Kalaupun break, paling ya Cuma bertahan beberapa hari, tapi nanti balik ke John Mayer lagi. Kebiasaan mendengarkan musik John Mayer ini secara nggak sadar ternyata sudah mengubah saya. Lebih tepatnya, mengubah telinga saya. Soal kehidupan pribadi John Mayer yang playboy, kata-kata dan guyonannya kadang kelewatan, tentu saja bukan masalah besar, karena saya mengagumi dia dari musiknya, bukan kehidupan pribadinya. (saya merasa perlu nulis ini karena sering banget dibilang “kamu kok ngefans sih sama cowok playboy kayak John Mayer?” Eh..helaaaaw)

JMguitar

Saya yang tadinya oke-oke saja mendengar lagu-lagu alternative rock seperti yang sudah saya bilang di awal tulisan tadi, sekarang mulai protes. Lagu-lagu tersebut entah kenapa jadi terdengar agak berisik. Dengerin Incubus aja jadi nggak betah sekarang. Hahaha..segitunya ya? Yang lebih parah lagi, sekarang saya jadi gampang ngomel kalo ada gitaris band apapun yang mainnya ‘biasa aja’. Iya, saya terbiasa mendengar melodi gitar John Mayer yang bikin merem melek itu. Lebih slow, tapi lebih bikin saya merasa nganu.. apa ya kata yang tepat?😀

Jadi, berubahnya selera music saya dari yang keras ala alternative rock menjadi slow ngeblues nya John Mayer ini, apakah juga termasuk pertanda saya sudah tua?😀


9 responses to “Addicted to : John Mayer

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: