Saya Memilih Yoga

yoga 4

Yoga itu siapa lagi, Mbandah? Pacar baru lagi? Trus yang kemaren dikemanain? Sst..bubar..bubar. Kali ini saya lagi enggak mau bahas soal pacar atau kehidupan percintaan, tapi mau bahas soal jodoh. *lho*

Iya, jodoh. Jodoh kan, enggak melulu tentang lelaki sama perempuan, cewek sama cowok, suami sama istri, dll. Kadang sesuatu yang dianggap cocok, sreg, betah, pas, atau tiba-tiba ketemu padahal nggak direncanakan, bisa dianggap jodoh atau berjodoh.

Nah, kebetulan baru-baru ini saya sedang merasa cocok sama olahraga yoga (eh, yoga termasuk olahraga kan ya?😀 ). Saya yang nggak pernah olahraga dan bekerja di tempat yang setiap harinya cuma duduk di ruangan ber-AC sambil mantengin laptop ini tiba-tiba ‘tergerak’ hatinya untuk mulai berolahraga. Perut yang semakin nggak sopan ini juga lama-lama bikin nggak pede.😀

Olahraga yang gratis kan banyak, Mbandah. Bisa lari, bisa jalan kaki. Kenapa milih yoga yang harus bayar? Gaya banget sih, mau olahraga saja milih yang bayar.

Memang betul. Ada banyaaaak sekali olahraga yang hemat dan gratis, bisa dilakukan di rumah, bisa dilakukan sendiri, dan lain-lain. Tapi menurut saya, yang murah-murah dan nggak bayar plus bisa dilakukan sendiri itu lebih butuh kemauan yang super kuat dari diri sendiri, butuh kedisiplinan ekstra, plus kontinuitas yang harus tetep dijaga. Di situlah kelemahan saya. Janji mau bangun lebih pagi biar bisa jogging, apa daya godaan selimut lebih besar. Janji mau jalan pagi, tapi udah males duluan lihat jalanan rame. Pokoknya alesannya segudang! Akhirnya malah nggak jadi-jadi.

Dengan ikut latihan ‘beneran’ dan bayar, saya jadi merasa ‘rugi’ kalo nggak datang. Ini sukses banget bikin saya rajin latihan. Buktinya, sabtu pagi libur kerja saja saya mau bela-belain berangkat jam 7 dari rumah demi ikut latihan yoga yang studionya lumayan jauh dari rumah. Biasanya? Bangun saja belum.😀

Mungkin trik ini bisa dipakai buat anda yang beneran pengen olahraga tapi selalu berat buat memulai. Ikutlah olahraga yang ‘bayar’. Daftar member di Gym, ikutan sanggar senam, pilates, atau apa saja yang sesuai dengan budget dan kesukaan.😀

yoga 1

Kenapa Yoga?

Karena selain pengen bisa fit & in shape, saya juga sedang butuh ‘sesuatu’ yang bikin pikiran jadi tenang, hati jadi adem, setelah sempet mengalami banyak kejadian yang nggak enak di hati kemarin-kemarin. Saya merasa butuh banyak-banyak bermeditasi. Inhale the future, Exhale the past.🙂

“kalo buat ketenangan hati sih saya lebih memilih berdoa, solat,sembahyang”, Kata seorang teman.

Betul. Saya juga melakukan semua itu. Dan saya juga merasa lebih tenang setelahnya. Tapi kalo ada aktivitas lain yang bisa lebih memperkuat hati tanpa meninggalkan doa dan sembahyang, kenapa tidak? Kuatnya kan bisa jadi dobel-dobel.😀

Memangnya yoga bisa bikin keringetan kayak Running & olahraga lainnya ya, Mbandah? Kan kayaknya Cuma duduk-duduk doang sambil melakukan pose-pose saja..

Lhooo..jangan salah..hari pertama ikut latihan yoga selama satu jam di dalem ruangan, bajuku sama basahnya seperti bajunya si pacar yang waktu itu ikut nungguin sambil lari di jalan di dekat studio. Endomondo Apps nya mencatat aktivitas larinya : 5 km. Hari kedua ikut yoga sampai sekarang, saya selalu bawa baju ganti karena baju yang dipakai latihan selalu berakhir basah kuyup karena keringat. Teles kebes. Gembrobyos.

yoga 2

Yoga yang kayaknya Cuma gitu-gitu aja itu ternyata full of stretching. Plus latihan teknik pernapasan untuk memperkuat kita dalam melakukan pose-pose yoga (yoga asana).

Yoga bisa juga dilakukan sendiri di rumah sambil baca panduan/lihat video kan, Mbandah?

Betul. Tapi buat yang sama sekali belum pernah ikut yoga, sebaiknya ikutan latihan bareng2 guru/instrukturnya dulu, untuk menghindari salah gerakan atau cidera.

Mbandah ikut yoga biar kurus?

Well, tadinya saya selalu melengos tiap ada orang yang bilang “tujuan saya berolahraga itu biar sehat. Berat badan turun itu bonus.” Munafik banget kayaknya. Tinggal ngaku aja kalo pengen kurus gitu apa susahnya sih. Pake jaim segala.

Tapi setelah sebulan rutin latihan yoga dan rutin berkeringat, lama-lama keinginan saya buat menurunkan berat badan itu luntur juga. Kalah sama keinginan saya buat sehat. Buat terus berkeringat ketika beryoga. Saya merasa ketagihan dan selalu menunggu-nunggu hari latihan yoga. Saya selalu suka sama apa yang badan saya rasakan setelah beryoga. Segar dan lebih fit. Hal yang paling kelihatan selama sebulan ini yaitu kebiasaan saya minum Tol*ak Ang*in yang berkurang drastis. Biasanya dalam seminggu bisa 2-3 kali minum obat herbal itu karna selalu merasa nggak fit, selalu capek, dll. Semoga saja bisa gini terus. Amiiin.

Hal menarik lain yang saya amati di tiap latihan adalah bahwa di satu sisi,yoga melatih kita untuk fokus pada tujuan. Melatih pikiran kita untuk percaya bahwa kita bisa melakukan apa saja. Percaya bahwa kita mampu. Mampu untuk melakukan pose-pose yoga yang kelihatannya sangat sulit dan mustahil dilakukan. Sedangkan di sisi lain, yoga melatih kita untuk bisa menerima apapun keadaan tubuh kita. Kalo memang sudah berusaha tapi belum bisa ya diterima saja. Sakit atau sehat, lentur atau belum lentur,semuanya diterima apa adanya.

yoga 3

Inti dari tulisan ini adalah bahwa ternyata dalam hal olahragapun, ada urusan cocok-nggak cocok. Mungkin anda lebih senang lari karena merasa cocok, mungkin juga lebih memilih renang atau bersepeda, badminton, dll. Semuanya sah-sah saja. Yang penting sama sama sehat. Sama-sama berkeringat.

Saya memilih yoga. Kamu milih apa?

pic by google


3 responses to “Saya Memilih Yoga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: