Borong Buku di Big Bad Wolf 2017 Surabaya

Big Bad Wolf Surabaya_edit

Buat yang belum tahu, Big Bad Wolf (BBW) adalah event bazaar buku impor 24 jam nonstop yang katanya terbesar di Asia Tenggara dengan harga miring. Bazaar. Buku Impor. Diskon. Tiga kata itu bak rayuan manis bagi  para pecinta buku, termasuk saya tentu saja. Apalagi kalau mengingat terbatasnya stok buku-buku impor di toko buku terdekat. Udah gitu, mahal pula *eh.

BBW Surabaya ini bukan yang pertama kalinya diadakan di Indonesia. Sebelumnya sudah pernah diadakan di Jakarta. Malah, BBW yang saya ikuti kemarin adalah BBW Surabaya yang kedua kalinya di tahun 2017 (April-Mei & September-Oktober).

Sebelum berangkat, saya membayangkan kalau di sana nanti bakal penuh orang, antri panjang di kasir 5 jam sampai Subuh, dan hal hal lain yang bikin fisik lelah. Hal ini bukan tanpa alasan, soalnya,  dulu saya pernah melihat postingan foto salah seorang teman yang ikutan BBW pertama kali di Jakarta. Dalam foto itu dia sedang duduk di lantai bersama teman-temannya, dengan latar belakang troli penuh buku, jam 2 pagi. Foto yang cukup menggambarkan bagaimana suasana BBW kala itu. Berbekal bayangan melelahkan itu, saya lalu sibuk menghitung, menimbang, dan menyusun itinerary sedetail mungkin, agar fisik tetap terjaga dan waktu nggak terbuang percuma *tsah.

Kok nggak pakai Jasa Titip (jastip) aja? Kan enak tuh, ga perlu capek-capek. Paling Cuma bayar jasa sekitar 5000-10.000 Rupiah saja per buku. Iya sih, tapi rasanya kurang mantep kalo nggak liat bukunya sendiri. Lagian kebanyakan jastip Cuma menawarkan buku anak-anak saja. Selain itu, pemandangan hamparan buku-buku baru udah seperti hiburan tersendiri kalo buat kami para bookworms (bener apa bener?).

BBW Surabaya 2017 bagian kedua dimulai tanggal 28 September – 9 Oktober bertempat di JX International Convention Surabaya, Jl. Ahmad Yani. Lokasinya sekitar 45-60 menit dari Stasiun Kereta Pasar Turi.  Agak jauh dari pusat kota, tapi Google memang berjasa buat urusan eksplor kota yang belum pernah dikunjungi. Dalam sekali browsing, saya bisa menemukan hotel terdekat, KFC, Pizza Hut, Starbucks dan juga DBL store yang ada sepatu Under Armournya *eh. Dari hasil browsing itu saya juga tahu kalau tempat-tempat tersebut berada dalam satu kompleks yang bisa dijangkau dengan jalan kaki.

Surabaya

pstr

Saya dan pacar berangkat dari Semarang ke Surabaya hari Sabtu pagi tanggal 7 Oktober 2017, naik kereta api Ambarawa Ekspress dari Stasiun Poncol dengan tujuan akhir Stasiun Pasar Turi. Cukup membayar 90.000 Rupiah saja untuk tiketnya. Seat enak (enak = kaki panjang friendly) dan nyaman dengan perjalanan kurang lebih 4 jam 30 menit. Sampai di stasiun, kami langsung menuju mesin cetak tiket untuk tiket pulang hari Minggu. Keluar stasiun langsung disambut panas yang menyengat dan jalanan yang macet. Oh, Hello Surabaya!

Surabaya adalah tipikal kota yang padat dan macet, mirip Semarang. Bedanya, di Surabaya banyak taman cantik di tengah jalan dan pohon-pohon besar yang teduh. Setidaknya pemandangan itu yang saya lihat dari dalam taksi menuju hotel. Ketika lewat dan melihat tulisan “Wonokromo”, saya lalu teringat cerita buku tetralogi Pramoedya Ananta Toer. (Halo Minke, Halo Nyai Ontosoroh, kereta bagus sudah ada juga di sini, tak hanya di Betawi) Oh ya, saya perhatikan trotoar-trotoar di Surabaya juga enak buat jalan. Lebih lebar.

Singkat cerita, sampailah kami di hotel The Alana Surabaya, yang tempatnya…Cuma berseberangan dari JX Convention! 😀 . kami cukup berjalan kaki saja ke lokasi BBW. Lumayan, hemat ongkos transportasi. Ternyata ada untungnya juga punya pacar yang hobi olahraga & kuat jalan kaki. 😀 selama ini kalau kami main ke luar kota, luar pulau, atau luar negeri, sebagian besar tempat kami jelajahi dengan berjalan kaki satu atau dua kilo atau tiga kilo. Selain sehat, jalan kaki juga pilihan paling hemat, asal jangan pas siang terik aja 😀 . Dapet bonus lihat-lihat sekeliling dan cerita ngalor ngidul.

Big Bad Wolf

Kami datang ke BBW sekitar jam 5.30 sore. Sebelumnya malah berencana datang tengah malam dengan harapan lebih sepi, tapi apa daya..perut sudah merengek minta makan karena baru makan sekali di kereta. Berbekal info kalau di dalam venue banyak stand makanan enak dan murah yang kualitasnya diawasi oleh salah satu chef ternama Indonesia, jadi sekalian saja makan di sana, lanjut hunting buku.

bbw1

Pertama kali masuk hall, rasanya saya kepengen nangis, liat buku banyak banget dan bagus-bagus, terutama buku anak-anak yang bikin kepengen balik jadi anak kecil lagi 😀

Lalu apakah berjubel dan kasirnya antri seperti yang dibayangkan? Berjubel iya, tapi kasirnya nggak antri sama sekali. Mungkin karena kasirnya banyak dan udah hari-hari terakhir, jadinya sepi. Nggak tau juga. Yang jelas malam itu kami bisa berbelanja dan membayar dengan nyaman. Total 5 jam kami habiskan buat milih buku. Sebenarnya masih bisa lebih lama lagi, tapi sudah nggak tahan sama rasa hausnya. Para pengunjung memang tidak diperkenankan membawa masuk makanan dan minuman.

Kami pulang membawa 15-20an buku yang terdiri dari buku-buku desain punya si pacar, komik dan novel buat saya, plus buku anak anak titipan seorang teman. Gimana cara bawa pulang buku-bukunya ke Semarang? Pakai tas ransel! Kami berdua sengaja bawa tas ransel 25liter dan hanya mengisinya dengan 1 kaos ganti saja. Sisa space nya khusus disiapkan buat membawa buku-buku 😀

tumpuk

Kami pulang hari Minggu sore tanggal 8 Oktober naik kereta Api Harina. Agak lebih mahal dari Ambarawa Ekspress karena pertimbangan waktu dan kami belum pengen cepet-cepet pulang. Sampai Semarang disambut hujan deras sepanjang jalan menuju rumah.

Perjalanan ke Surabaya & BBW kali ini menyenangkan. Event nya seru, volunteer baik & ramah-ramah, penjagaan ketat & professional, koleksi bukunya bagus-bagus, lokasi deket banget sama hotel pula. Cuma satu yang berasa kurang : makanan. Rasanya kok ga cocok semua, hambar semua. Apa memang begitu ya tipikal makanan Jawa Timuran? Entahlah.

Advertisements

One thought on “Borong Buku di Big Bad Wolf 2017 Surabaya

Comments are closed.