Sob Rock dan Disorientasi Waktu

Waktu saat ini menunjukkan jam 23.32 menjelang tengah malam. Sudah hampir dua jam lamanya saya mendengarkan lagu-lagu di album baru John Mayer berjudul Sob Rock yang baru rilis hari ini. Terasa syahdu sampai merinding. Selain karena akhirnya rilis juga album yang lama dinantikan para penggemarnya termasuk saya (album terakhir The Search For Everything rilis tahun 2017), juga karena akhirnya…saya bisa punya waktu luang buat mendengarkannya (baca : anak sudah tidur). Sampai dibela-belain update blog segala ini, takut besok mood nya hilang atau ketiduran 😀

Bagi kami para penggemar setia John Mayer, single dan video musik baru ibarat oase di padang pasir. Bukan berlebihan, memang begitulah kenyataannya. Betapa kami ini rindu karya baru darinya. Dua single terakhirnya yang rilis tahun 2019 yaitu “I Guess I Just Feel Like” dan “Carry Me Away” cukup membuat deg-degan plus tebak-tebakan, apakah akan ada album baru setelahnya? Ternyata tidak. Video klip? Ouch, tidak juga! Hanya lyric video seperti yang sudah-sudah.

Awal bulan Juni 2021 tepatnya tanggal 4, Mayer merilis single sekaligus video klip baru berjudul “Last Train Home” yang membuat kami-kami ini jadi kalang kabut saking excitednya macam anak kecil yang habis diberi hadiah, terlebih saat tahu kalau bakal ada Sob Rock, album baru dari Mayer.

Sebagai seorang artist dan musisi, Mayer tampaknya sudah berada di level “nggak peduli”, atau kata suami saya “wes orak butuh duit”. Maksudnya, nggak peduli apa kata orang-orang karena dia tahu, para penggemarnya pasti mengenal dia. Mengerti selera humornya, tahu kapan dia serius, kapan dia bercanda, kenapa tiba-tiba dia bertingkah random sekali di Instagram Story, atau pamer kaktus di TikTok, nyanyi Ravioli Shoes…apapun itu, dia tetap John Mayer yang agung di mata kami.

Itulah mengapa Mayer santai saja bilang kalau lagu-lagu barunya bakal “terdengar” sangat 80an di tengah tahun 2021, sekaligus merombak penampilannya sedemikian rupa sehingga terlihat lawas. Tidak cuma itu, video klipnya pun dibuat dengan nuansa 80an. Dia seperti tidak peduli dengan tren. Dia mengerjakan apa yang dia suka, dan apa yang membuatnya nyaman. John Mayer mengaku kalau salah satu hal yang membuatnya nyaman di saat pandemi (yang bikin stress) ini adalah mendengarkan lagu-lagu lama yang dia suka saat remaja, yaitu lagu-lagu tahun 80an. Hal inilah yang kemudian menjadikan inspirasinya.

Kembali ke album Sob Rock. Last Train Home berada di urutan pertama album ini. Lagu yang kata orang-orang mengingatkan sama lagu Africa nya Toto, terutama intronya. Aduh, nggak tahu deh apa kalimat yang tepat untuk menggambarkan lagu ini. Enak banget.

Video klipnya pun dibuat dengan konsep lawas, mulai dari wardrobe sampai koreografinya. Juga pada video klip Shot In The Dark; adegan tetesan air hujan slow motion. Jika menengok Kembali ke tahun 2018, Mayer juga merilis video klip serupa untuk single New Light yang terlihat sangat lawas dan…aneh. Betapa patah hati bisa membuat seseorang menjadi ndagel.

Single New Light ini ternyata dimasukkan ke dalam Sob Rock bersama I Guess I Just Feel Like dan Carry Me Away dan membuat para penggemar “marah-marah”. John Mayer berhutang tiga single baru kepada kami!

Jika kamu adalah tipe pendengar yang menanti-nantikan permainan solo gitar John Mayer di setiap lagu-lagunya, maka kamu pasti bahagia mendengarkan album ini, karena hampir di setiap lagu ada solo gitar khas Mayer yang bikin merem melek seperti di single Wild Blue (favorit saya nih!) yang agak groovy, di single Til the Right One Comes yang bernuansa country sedikit, I Guess I Just Feel Like, dan juga di single penutup yang ngenes; All I Want is to Be With You.

Mendengarkan lagu-lagu di album Sob Rock selama hampir 40 menit rasanya seperti merasa nelangsa tanpa sebab, sekaligus merasa disorientasi waktu. Apalagi kalau melihat video klip dan poster-posternya. Tahun berapa sih ini sebenarnya? Lagunya terdengar lawas dan dekat dengan masa lalu tapi kok ini John Mayer yang nyanyi. Bercanda tapi kok serius, simple tapi kok rumit. Kira-kira begitulah John Mayer dalam album Sob Rock ini.