ehek..judulnya lebay ya? hehe..biarin, abisnya ternyata di blog ini belum ada satupun cerita tentang Semarang, durhaka banget ya aku.. hihihi..oke, cerita tentang Semarang akan saya mulai dari Lawang Sewu. Lawang artinya Pintu, sewu artinya seribu. Jadi dalam bahasa Indonesia, Lawang Sewu artinya Seribu Pintu. Kenapa disebut pintu seribu? kenapa selalu diidentikkan dengan kesan horor? ada apa gerangan? *halah*
Siapa suka traveling? Kayaknya hampir semua orang suka ya, keluar sejenak dari kotak nyaman tempat kita biasa tinggal, melihat pemandangan baru, mengenal orang baru, adat istiadat baru, dan otomatis pengalaman baru. Ditambah lagi dinamika kehidupan sebagian besar orang saat ini yang sangat rawan menimbulkan stress, membuat orang seakan ingin rehat sejenak untuk menghindar dari hiruk-pikuk tempatnya bekerja dan ber-traveling ke tempat yang ‘damai’ dan tenang. Setelah traveling, dijamin otak langsung fresh dan siap untuk mulai melanjutkan pekerjaan.
Video di atas menampilkan mas Ryan, barista yang ganteng banget saat ini sudah maju sampai Jakarta mewakili Surabaya dalam kompetisi barista. Nah, kebetulan kemarin saya berkesempatan untuk mengikuti Barista Class yang diadakan di hotel Horison Semarang dengan trainer duo barista dari Surabaya termasuk mas Ryan ini. Motivasi saya ikut kelas ini nggak usah dijelaskan lah ya, meskipun ada beberapa teman yang sempat kaget ketika saya bilang mau ikutan kelas Barista, ” buat apa? ” tanya mereka. Hihihi.. buat sekedar nambah ilmu, nggak ada salahnya toh?
Ide buat posting di blog itu bisa datang kapan aja, termasuk saat lagi sibuk-sibuknya ngurusin proposal skripsi. Bukannya serius nulis buat bab-bab penelitian, eeehh.. malah kepikiran buat posting, hehe.. Ada benarnya juga mungkin ya ungkapan “Menulis itu menghilangkan stress”, “writing is healing”, dan sebagainya. Makanya, daripada buntu nggak nemu ide, mending hasrat posting di blog itu disalurkan dulu lah